News

Polisi Cirebon Tandai Titik Jalan Berlubang di Pantura Demi Mudik Lebih Aman

Cirebon (KABARIN) - Polresta Cirebon mulai memetakan titik-titik jalan berlubang di Jalur Pantura wilayah Kabupaten Cirebon menjelang arus mudik Lebaran dan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat volume kendaraan mulai meningkat.

Pelaksana Harian Kepala Satlantas Polresta Cirebon AKP Hadi Surianto menjelaskan, pemetaan dilakukan lewat survei langsung ke lapangan dengan menyisir jalur utama Pantura serta sejumlah jalan pendukung yang biasa dilalui kendaraan logistik dan pemudik.

Ia menyebut, kerusakan paling banyak ditemukan di jalur arteri Pantura wilayah timur Kabupaten Cirebon, khususnya di ruas Gebang sampai Losari.

“Di Pantura, penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem. Kemudian kendaraan-kendaraan besar yang melintas di jalur Pantura juga menjadi faktor yang mempercepat kerusakan jalan,” katanya.

Menurutnya, meski sebagian besar kerusakan tergolong ringan, kondisi jalan berlubang tetap berbahaya bagi pengguna jalan jika tidak segera ditangani.

Selain jalur utama, polisi juga mencatat sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalur alternatif yang kondisinya berlubang, seperti Jalan Ir Soekarno Talun, Susukan Bunder, serta jalur penghubung Karangwareng dan Karangsembung yang mengalami kerusakan ringan.

Petugas juga menyisir wilayah Susukan hingga Losari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mendata titik-titik berlubang yang belum tertangani.

Hasil pendataan juga menunjukkan beberapa titik di ruas tol arah Jakarta menuju Jawa Timur masih perlu perhatian, seperti di KM 221, 227, 229, 230, dan 232.

“Sebagai langkah awal pengamanan, kami telah memberi tanda di titik berlubang menggunakan cat semprot berwarna mencolok agar mudah terlihat, terutama pada malam hari dan saat hujan,” katanya.

Hadi menambahkan, hingga Januari 2026 belum ada laporan kecelakaan lalu lintas yang secara khusus disebabkan oleh jalan berlubang.

Polresta Cirebon juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengelola tol. Perbaikan jalan nasional dan ruas tol ditargetkan rampung paling lambat 6 Maret 2026, sebelum puncak arus mudik.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi Jalur Pantura Cirebon, mengurangi kecepatan di titik perbaikan, dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: